Sehari sebelum pulang, Pakde dan Bude mengajak kita jalan-jalan ke Museum Kereta Api Ambarawa. Ini spesial untuk membahagiakan Jaja yang tergila-gila dengan semua yang berbau kereta api. Maklum deh secara si Jaja itu dari kecil fanatis sama kartun Thomas The Train.
Akhirnya kita main-main di pelataran stasiun tempat kepala lokomotif atau loko-loko kereta uap jaman baheula itu dipajang. Asyiknya museum kereta api Ambarawa ini areanya terbuka, loko-loko dan barang-barang museum lainnya ditempatkan di stasiun yang terbuka. Sepertinya lebih friendly aja
Dari museum Ambarawa ini kita langsung menuju Bandungan, masih di daerah Semarang. Rencananya kita mau ke Candi Gedongsongo di Desa Candi, Bandungan. Bandungan ini merupakan daerah puncak, jadi jalanan juga menanjak. Sepanjang jalan menuji Candi tentu saja pemandangannya indah sekali ala pegunungan gitu deh. Apalagi dari atas juga kelihatan pemandangan Jawa Tengah dan sekitarnya terutama Rawa Pening yang luas banget. Subhanallah keren banget. Melewati pasar Bandungan yang banyak menjual aneka makanan seperti gorengan, tahu serasi dan kupat tahu bikin kita semua ngiler cuma sayang pada males turun saking ramenya apalagi berjejer kuda-kuda tunggangan yang bikin Kak Icha dan Abang Jaja ribut pengen naik. Akhirnya kita terus menuju puncak. Tapi sayang disayang, sedikit lagi menuju puncak tempat Candi Gedongsongo, mobilnya Pakde ngadat alias gak bisa nanjak, mesinnya nolak. Jadi terpaksa kita belok lagi dan turun ke bawah, huhu...
Ada
hal yang menarik plus mengerikan sepanjang melewati jalur Bandungan
menuju puncak Candi Gedongsongo ini. Banyak sekali vila-vila kecil alias
motel bertebaran disisi kanan maupun kiri jalan. Dan selalu terpampang
plang "Kamar Masih Ada". Selain itu ada juga plang-plang peringatan
mengenai bahaya HIV/AIDS yang mengintai. Koq yah jadi bikin praduga
macam-macam. Apalagi kata Pakde Ferdi kalo daerah Bandungan ini memang
banyak areal prostitusi terselubung. Syerreemm... Apalagi pas sempat
mampir ke pom bensin untuk buang air kecil, di dekat toiletnya terpasang
gambar patung-patung lelaki telanjang dengan bokong di depan.
Tulisannya secara jelas menyebutkan rasane beda. Whoaa......... asli deh
langsung merinding. Pesannya kentara sekali, jadi takut karena langsung
teringat dengan kaum Nabi Luth yang diazab oleh Allah karena
perbuatannya itu. 
Pokoknya jalan-jalan kali ini menyenangkan banget deh, Kak Icha dan Jaja senang banget dan ini yang paling penting.
Pokoknya jalan-jalan kali ini menyenangkan banget deh, Kak Icha dan Jaja senang banget dan ini yang paling penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar