Yang paling menarik di toilet training-nya Abang Jaja ini adalah masalah kesigapan. Kita harus buru-buru membawa Abang Jaja ke toilet sebelum buang air kecil/besarnya terjadi. Maklum Jaja kan belum bisa menahan lama-lama. Yang disayangkan Mamah gak bisa selalu memantau toilet training ini secara waktu Mamah lebih banyak dihabiskan di kantor. Paling hanya hari sabtu dan minggu. Kalau Mamah yang memantau, biasanya Mamah sudah memperkirakan kapan Jaja akan buang air kecil. Misalnya di pagi hari setelah bangun tidur, sekitar 30 menit setelah minum air yang banyak (Abang Jaja minumnya banyak sekali loh
Nah, masalahnya sudah seminggu ini Jaja mogok toilet training. Gak mau sama sekali buang air kecil dan besar di toilet. Selalu di diapers/lampin. Bahkan selalu minta pakai diapers/lampin kalau gak dipakaikan bisa ngambek. Pernah waktu Jaja mau buang air kecil dengan perut mulas, Mamah buru-buru membukakan celana dan menaruhnya di kloset, Jaja langsung nangis kejer, teriak dan bilang mau baunya di diapers saja. Semuanya jadi bingung dengan perubahan ini padahalnya starting pointnya sudah bagus karena keinginan Jaja sendiri. Usut punya usut ternyata Jaja capek kalo harus jongkok di kloset, karena kloset di rumah Aek itu kloset jongkok. Kakinya pegal kalau mau buang air apalagi sambil menahan mulas di perut. Bisa dimaklumi karena Kak Icha dulu pakai kloset duduk khusus untuk anak kecil.
Hhmm.......... kayaknya perlu ke toko nih cari-cari toilet khusus buat toilet training kayak gini. Kira-kira berapa yah harganya????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar