Selasa, 06 Oktober 2009

Membiarkan Berbeda





Memiliki sepasang anak, perempuan dan laki-laki memang membahagiakan. Itu tidak dapat dipungkiri meski pun perempuan semuanya ataupun laki-laki semuanya pun juga sangat membahagiakan. Anak itu anugrah luar biasa dari Allah, sungguh luar biasa memantau perkembangan anak baik fisik maupun emosinya, truly amazing makanya jadi heran jika ada orangtua yang tega meninggalkan anaknya demi kepentingannya sendiri. Sangat egois!

Bicara tentang memiliki sepasang anak, alhamdulillah Mamah memiliki Kak Icha dan Jaja. Meskipun dalam asuhan yang sama, ternyata pertumbuhan dan perkembangan anak perempuan dengan laki-laki itu berbeda. Mamah jadi inget bukunya Ratna Megawangi "Membiarkan Berbeda" karena memang mereka itu beda. Perbedaan pola pikir, cara bersikap dan berperilaku itu benar-benar terlihat, meski dalam pola pengasuhan dan pengajaran yang sama.

Misalnya saja ketika Mamah sedang sedih. Terkadang kalo emosi Mamah sedang labil, ada masalah pribadi dan urusan kantor, Mamah suka sedih dan menangis. Nah, kalau sudah begini dan terlihat anak2 pasti deh respon kedua anak itu berbeda. Kak Icha pasti meluk Mamah, usap2 rambut dan bilang Mamah jangan menangis yah, Icha sayang Mamah. Whoaa..... so nice, pasti Mamah jadi ketawa lagi deh.  Nah, kalo Jaja berbeda, selalu mukulin Mamah kalo Mamah sedang menangis dan selalu bilang Mamah gak boleh nangis, diam, jangan nangis dan juga ikutan menangis juga. Hahaha...... Mamah jadi ikutan ketawa juga sambil meringis kesakitan.

Soal cara mengungkapkan ekspresi kemarahan mereka juga berbeda. Kak Icha itu kalau marah pasti matanya melotot, dengan tangan berkacak pinggang dan alisnya naik. Baru deh Kak Icha bilang..... Mamah gak boleh gitu, Icha gak suka.   Nah kalo Jaja, #*@deziigghhh... langsung melancarkan serangan ke Mamah dan bilang Mamah nakal. Hahaha..... ini suka mengagetkan Mamah karena Mamah gak pernah mengajarkan cara seperti itu.

Misalnya juga ketika Mamah cerita tentang Fabel, kisah ular dan serigala yang berebut makan kelinci. Disitu Mamah bercerita ketika serigala menangkap kelinci, sang ular datang memberi saran agar kelincinya dimasak menjadi sate kelinci saja. Mendengar cerita ini, Kak Icha langsung marah.... Mamah, kelincinya jangan disate dong, Icha kan sayang kelinci (mata Kak Icha berkaca-kaca, sedih gitu deh!). Tiba-tiba Jaja nyeletuk, Iya Mah, bilangin serigalanya, Jaja juga suka sate kelinci, enaaak....... Mamah suka juga kan sama sate kelinci??  Langsung deh Kak Icha teriak marah...... Whahahaha, yang ada Mamah ketawa.

Kak Icha itu penuh perasaan, so girly dan Jaja suka bercanda dan agak sedikit menyukai kekerasan (laki-laki sih yaaa.........). Kak Icha itu paling suka nonton acara prinses2an sedangkan Jaja suka nonton film2 action, heroik, olahraga.

Meski memang berbeda, mudah-mudahan mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Mereka dapat belajar dengan baik, dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar dan bisa menghargai dan menghormati orang lain. Karena hal-hal seperti ini yang tidak mengenal jenis kelamin. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar