Jumat, 02 Oktober 2009

Kritis, Jujur, Marah?




Kak Icha dan Jaja ternyata sudah pandai memberikan pendapat dan memberikan kritisi tentang Mamah, terkadang hal tersebut untuk menunjukkan kejujuran mereka sekaligus kemarahan mereka terhadap Mamah, misalnya saja seperti ini :

Abang Jaja, sejak Mamah mulai masuk kerja lagi selalu bangun pagi. Minum susu dan mandi bareng sama Mamah . Selalu minta dipakaikan baju yang ganteng katanya untuk menunjuk pakaian yang baru dan bagus yang biasa dipakai untuk berpergian. Dan setelah rapih pasti minta diajak ikut ke kantor Mamah (hehehe... ada maunya ternyata). Sebelum ini, Jaja sudah 2x Mamah ajak ke UI karena itu waktu yang luang alias tidak banyak pekerjaan dan the Big Boss sedang tidak ada di tempat, jadi Mamah berani ngajak Jaja. Tapi tidak kali ini. Mamah selalu nolak permintaan Jaja. Alasannya, nanti ya sayang, Mamah lagi sibuk nanti kalo gak sibuk janji akan mengajak Jaja. Sampai kemarin sih alasan itu ampuh, tapi tidak pagi ini. Setelah rapih berpakaian ada percakapan ini :

Jaja          : "Mah... Jaja ikut Mamah ya ke kantor. Jaja mau lihat rusa dan kereta thomas!"
Mamah     : "Jangan sekarang ya sayang, Mamah lagi sibuk."
Jaja          : "Mamah koq sibuk melulu sih? Jaja kan mau main sama Mamah ke kantor!"
Mamah     : "iya sayang, besok deh kalo gak sibuk Mamah ajak."
Jaja          : "kemarin mamah ngomongnya begitu. Mamah gak sibuknya kapan??"
Mamah     : (bengong dan terdiam.... tidak menyangka kalo Jaja bisa mengucapkan kalimat seperti ini... Mamah masih melihatnya seperti bayi berumur hampir 3 tahun).
Mamah     : "ya sudah cium Mamah dulu yah... Mamah mo kerja dulu nanti terlambat. Muaacchh....
Jaja          : (diam dan kembali ke sofa di depan tv karena acara Diego sudah dimulai)
Whoaaaa...................... sedih rasanya :-((


Kak Icha juga ternyata sama dengan Jaja, sudah pandai mengkritisi Mamah. Belakangan ini, Kak Icha dan Jaja paling suka diceritakan fabel atau legenda terutama saat mau tidur. Minimal dua atau tiga cerita harus diceritakan menjelang tidur. Mamah bahkan membeli buku-buku dongeng atau cerita khas Indonesia dan luar negeri agar tidak kehabisan cerita. Pun kalau pun tidak ada ide pasti Mamah membacakan kisah-kisah cerita di Majalah Bobo yang memang langganan di rumah, Kak Icha dan Jaja pasti senang. Kendalanya adalah kalo Mamah pulang dalam keadaan ngantuk dan capek, pasti mereka komplain.

Kak Icha  : "Mah.... bacain Icha cerita dong!"
Mamah    : "tunggu ya Kak.. Mamah mau mandi dulu." (selesai mandi langsung tepar di tempat tidur).
Kak Icha  : "Mah... katanya janji mau bacain Icha cerita, Mamah koq tidur?"
Mamah    : "sebentar ya Kak... Mamah ngantuk, tidur dulu sebentar."
Kak Icha  : (mulai nangis)... Mamah gitu sama Icha.... Mamah sibuk melulu gak mau bacain Icha cerita, Mamah pergi melulu gak ketemu Icha.. Icha kangen Mamah... Icha mau Mamah bacain Icha cerita."
Mamah    : (langsung bangun dan nyaris menangis)... iya sayang, sini Mamah bacain cerita."
Icha         : (mencoba untuk diam dan tidur disamping Mamah)
Mamah    : "pada suatu hari.....(bla..bla..bla.. sampai kemudian Mamah gak sanggup melanjutkan dan tertidur pulas)

Hhmm.... dilematis yah, seandainya ada sekolah playgroup, tk, sd, smp, sma di UI pasti mereka Mamah masukkin ke sana biar lebih dekat dengan mereka. Harus lebih berhati-hati menjaga perasaan mereka yang emosinya mulai berkembang. Jadi tiba-tiba kangen dan ingin pulang memeluk Kak Icha dan Jaja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar