Rabu, 17 Maret 2010

Jaja Sakit Campak






Setelah kak Icha sembuh (meski sekarang masih terlihat lesu), Abang Jaja gantian yang sakit. Suhu tubuhnya hangat, tidak setinggi Kak Icha, ada pilek dan dua hari setelahnya muncul ruam merah mendatar di seluruh tubuhnya. Kemungkinan besar Abang Jaja terkena campak.

Mamah sih tidak begitu panik soalnya setelah diobservasi Abang Jaja tidak menunjukkan hal-hal yang menakutkan. Makan masih normal, minum susu stabil, feses normal dan tidak cair, warna urine kuning cerah dan tidak ada keluhan dari Abang Jaja. Meskipun demikian Mamah prefer Abang Jaja istirahat di rumah saja, tidak main keluar rumah apalagi Kak Icha juga masih lesu dan kemarin porsi tidurnya dua kali lipat dari biasanya.

Setelah baca-baca guideline-nya juga ternyata memang tidak ada pengobatan khusus untuk campak ini. Jadi mamah lebih tenang apalagi soal makan dan minum Abang Jaja tidak bermasalah. Mudah-mudahan Abang Jaja cepat sembuh ya dan semakin kuat dan sehat kedepannya

Rabu, 10 Maret 2010

Kak Icha Sakit dan Rencana Porseni di Ancol




Kemarin pagi, badan Kak Icha memang agak hangat. Mamah mengira Kak Icha hanya kebanyakan tidur dan kurang minum air, jadi Kak Icha tetap sekolah seperti biasa. Ternyata, saat Mamah pulang kerja, Nenek bilang kalau Kak Icha demam dan sempat muntah karena batuk. Kak Icha sendiri pas mamah pulang masih aktif dan lincah, wajahnya pun masih berseri meski pas mamah pegang dahinya masih terasa hangat.

Ternyata, pas malamnya menjelang tidur, suhu tubuh Kak Icha meningkat, demam. Kak Icha sulit tidur, mungkin rasa nyeri akibat demam tersebut. Tadinya mamah mau kasih parasetamol, tapi ternyata yang ada parasetamol sisa, bekas Kak Icha dan Abang Jaja sakit tahun kemarin. Daripada khawatir keracunan, akhirnya mamah mengkompres Kak Icha dengan air dingin dan rajin memberikan air putih setiap setengah jam sekali untuk diminum Kak Icha. Alhasil, mamah semalaman tidak tidur alias begadang. Ngantuk.

Paginya, Kak Icha masih hangat meski suhu tubuhnya baru turun sedikit. Mamah ke sekolah Kak Icha untuk memberitahu kalau Kak Icha tidak bisa masuk hari ini. Mamah juga memberi tahu bahwa kemungkinan besar Kak Icha tidak bisa ikut acara Porseni di Ancol esok, hari kamis. Rencananya Kak Icha akan bertanding di lomba memasukkan bola dalam keranjang. Pada porseni tahun kemarin, Kak Icha ikut lomba menari dan jadi juara ke-4 dari sekitar 50 tk sejabodetabek, hebat ya :-)

Tentang porseni ini juga, mamah sudah minta izin cuti kantor dan udah mempersiapkan banyak termasuk mengajak Jaja ke Pantai Ancol dan Dufan setelah acara Porseni usai. Abang Jaja senang sekali karena hampir sebulan ini mamah tidak pernah mengajak anak-anak keluar rumah jadi acara besok bisa jadi refreshing yang bagus untuk kita semua.
Rencana memang milik manusia tetapi Allah yang maha penentu. Mudah-mudahan kalau hari ini sudah sembuh dan besok sudah fit, kita bisa ikut acara porseni. Kalau tidak ya, istirahat di rumah akan lebih baik :-)

Kak Icha sayang, cepat sembuh ya!!!

Selasa, 09 Maret 2010

Cerita Kemarin Malam




Saat mamah pulang kerja kemarin malam, Kak Icha dan Abang Jaja sudah tertidur lelap. Sebenarnya sedih banget karena mamah ingin pulang kerja disambut sama celotehan anak-anak yang ribut ingin berbagi cerita hari ini. Niatnya ingin pulang lebih cepat karena dari kantor sekitar jam setenga lima. Siapa yang menyangka akan macet total di perjalanan sehingga sampai rumah bisa jam setengah sembilan malam

Karena tidak ada yang dikerjakan, apalagi udara dingin mamah sengaja baca buku. Belum mandi juga karena malas. Tidak lama kemudian, Kak Icha bangun. Mamah senang sekali awalnya dikira Kak Icha bangun beneran. Ternyata cuma senyum dan minta diantarkan ke kamar mandi untuk pipis, setelah itu langsung tidur kembali. Akhirnya Mamah baca buku lagi sampai tertidur. Sekitar jam dua belas malam, Mamah dibangunkan oleh Abang Jaja yang minta minum air putih. Setelah minum air putih ternyata Abang Jaja gak bisa tidur lagi padahal saat itu mamah justru gak tahan pengen tidur, ngantuk banget!

Abang Jaja sengaja deketin mamah, gangguin tidur, muka mamah dipukul-pukul pelan, dan nyusruk-nyusruk ke badan mamah. Akhirnya mamah kesal karena gak bisa tidur dan marah. "Abang koq gitu sih??? Mamah kan ngantuk, capek banget nih!" Trus dengan polosnya si Jaja ngomong " Jaja lapar mah.... kita makan yuk!" Whoaaa........  Mamah jadi langsung bangun, nguantuknya hilang.

Ya sudah, akhirnya Mama suapin Abang Jaja, trus minum susu. Selesai itu kita semua tiba-tiba kegerahan dan akhirnya mandi bareng, jam satu malem loh, hihihihi.... Mamah sama Abang Jaja ketawa-ketawa sambil mandi. Trus pas mo tidur kita saling cerita-cerita. Abang Jaja cerita tentang kegiatannya tadi siang, makan apa saja, main apa saja, cerita tentang keinginannya punya boneka robot dan baju naruto dan sampai akhirnya Jaja bilang... "Mah..Jaja sayang sama Mamah, Jaja senang punya Mamah kayak Mamah". Whoaaa....
 Mamah jadi terharu. Luv ya, my son!

Mamah,
Sore hari menjelang pulang kantor.

Pemadam Kebakaran




Setelah dibelikan VCD Elmo dan Pemadam Kebakaran beberapa waktu lalu, Kak Icha terutama Abang Jaja sepertinya jadi gandrung sekali dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemadam kebakaran. Bahkan Abang Jaja katanya kalau sudah besar nanti mau mengendarai mobil pemadam kebakaran yang tangganya panjang. 

Di deket rumah nenek, sekitar sepuluh menit jalan kaki ada dinas pemadam kebakaran. Fasilitasnya lengkap, mulai dari mobil yang kecil sampai yang besar, ada perosotan besinya dan pastinya bersih-bersih semua. Sebenarnya Mamah sejak lama mau mengajak anak-anak ke sana hari sabtu atau minggu. Tapi niat tetap niat soalnya kalo sudah sabtu minggu Mamah maunya di rumah saja, males kemana-mana meski itu lokasinya dekat.

Akhirnya tante Nopi yang semangat ngajak jalan-jalan. Itu juga pagi-pagi sekali, setelah Kak Icha dan Abang Jaja bangun tidur dan sarapan susu dan sereal. Jalan kaki sambil menghirup udara pagi yang segar. Sehat. Kak Icha dan Abang Jaja senang banget jlan-jalan gitu apalagi pas sampai di dinas pemadam kebakaran, langsung deh menyerbu mobil-mobil merah di sana. Alhamdulillah, Bapak-bapak petugas pemadam kebakaran yang sedang piket baik banget dan mengizinkan kita menjelajah di sana, naik sana naik sini, foto sana foto sini, hihihi....


Jumat, 05 Maret 2010

Toilet Training Abang Jaja (Again)





Beberapa waktu yang lalu, Abang Jaja mengutarakan keinginannya ke Mamah untuk sekolah.

Jaja       : Mah, Jaja mau sekolah dong! sekolahnya di sekolah Kak Icha
Mamah  : Iya, Jaja memang sebentar lagi Mamah masukkan ke sekolah TK.
              Tapi di Depok yah, kita kan sebentar lagi pindah.
Jaja       : Iya Mah, Jaja mau sekolah TK!
Mamah  : Kalau sekolah artinya Abang harus pipis dan baunya di kamar mandi loh.
              Gak pake epo (diapers-red) lagi! Bisa gak?
Jaja       : Bisa Mah, Jaja nanti pipis sama bau di kamar mandi!

Ternyata, Jaja konsekuen dengan perkataannya. Jaja langsung gak mau pake diapers lagi dan setiap mau pipis maupun bau selalu bilang. Bahkan saat mau tidur Jaja juga tidak mau dipakaikan diapers. Karena Mamah khawatir Abang Jaja ngompol, terpaksa Mamah pakaikan diapers saat Abang Jaja sudah tertidur pulas. Awal mulanya hebat,  pagi-pagi saat bangun Jaja langsung minta ke kamar mandi dan pipis. Tapi Mamah tidak mau mengambil resiko, soalnya takut juga kalau kasurnya kena ompol, hehehe.......

Alhamdulillah, sejauh ini toilet trainingnya Abang Jaja masih lancar. Mudah-mudahan sampai waktu sekolahnya tiba, Abang Jaja sudah pandai melakukannya. Amin 

Kamis, 14 Januari 2010

Jaja dan Pilihan Kata




Jaja sudah tambah besar dan sangat pandai bermain kata. Pilihan kata yang digunakan juga semakin pintar sampai-sampai Mamah dan Keluarga Bekasi suka ketawa mendengarnya. Misalnya saja kayak beberapa waktu yang lalu saat Jaja males mandi.

Mamah       : Ja, ayo mandi, sudah sore nih!
Jaja            : Gak mau Mah, Jaja gak mau mandi, pokoknya gak mau.

Berulangkali mengajak mandi selalu ditolak Jaja sampai akhirnya Mamah memutuskan untuk memaksa Jaja mandi. Mulai dari membuka baju sampai membawa Jaja ke kamar mandi itu sangat susah, harus berjuang melawan geliat Jaja yang tenaganya sudah lumayan kuat. Mamah jadi kewalahan sendiri. Bahkan sampai badannya disabunin, giginya digosokin sama Mamah Jaja tetap bilang 'gak mau mandi'

Jaja           :  (selesai mandi) Mah, pokoknya Jaja gak mau mandi lagi
Mamah      :  kenapa gak mau mandi? kalo Jaja gak mandi nanti badannya bau asem.
Jaja           :  gak mah, Jaja mau harum badannya.
Mamah      :  kalo gitu mandi yah....
Jaja           :  gak Mah, Jaja gak mau mandi. Jaja maunya main basah-basahan aja.

Sejak saat itu Mamah kalo ngajak Jaja mandi selalu bilangnya main basah-basahan. Tapi gak lama setelah itu Jaja menolak kalo diajak mandi dengan kata "mandi" ataupun "main basah-basahan". Akhirnya Mamah mencoba mencari nama-nama pengganti istilah mandi itu.

Mamah      :  Jaja, mandi yuk!
Jaja           :  gak mau Mah
Mamah      :  kalo main basah-basahan gimana?
Jaja           :  Jaja gak mau main basah-basahan Mah.
Mamah      :  kalo main air bagaimana?
Jaja           :  mau Mah, Jaja mau main air (sambil senyum-senyum kesenengan)

Hahaha......... Mamah jadi ketawa sendirian. Perlu banyak kosakata buat Jaja yang sudah semakin pintar.

Icha dan Mimpi





Sekarang Kak Icha sudah pintar menceritakan mimpinya ke Mamah dan Keluarga Bekasi. Biasanya kalau Mamah melihat Kak Icha tidur selalu mengira pasti Kak Icha sedang bermimpi. Soalnya Kak Icha terkadang dalam tidurnya suka senyum, suka sedih bahkan mengigau menyebut nama Jaja dan teman-teman sekolahnya.  Ada banyak mimpi yang diceritakan Kak Icha ke Mamah dan bikin Mamah tersenyum :-)

Mimpi I
Kak Icha bangun pagi sambil menangis. Sedih sekali kelihatannya. Kak Icha langsung cerita ke Mamah, kalau dalam mimpinya dia punya uang koin yang banyak sekali (Kak Icha belum mengerti uang, taunya cuma uang koin 500 rupiah saja, hehehe...). Nah, rencananya Kak Icha mau beli sepatu barbie dengan uang koin itu. Tapi ternyata, uang koinnya diambil Mamah dan dibagi dua ke Jaja. Icha nangis karena koinnya sedikit dan gak jadi beli sepatu barbie. Hahaha... (Kak Icha gak pernah jauh-jauh dari barbie )


Mimpi II
Kak Icha bangun tidur sambil ketawa geli. Pas Mamah tanya kenapa, Kak Icha bilang kalau dia mimpi melihat Superman terbang gak pake baju, cuma pake celana panjang dan masuk angin. Setelah itu Superman badannya dikerokin sampe merah-merah. Hahaha........ (Mamah jadi geli sendiri, koq bisa-bisanya mimpi begitu )

Anak-anak itu memang lucu, sumber kebahagiaan orang tua.