Rabu, 10 Maret 2010

Kak Icha Sakit dan Rencana Porseni di Ancol




Kemarin pagi, badan Kak Icha memang agak hangat. Mamah mengira Kak Icha hanya kebanyakan tidur dan kurang minum air, jadi Kak Icha tetap sekolah seperti biasa. Ternyata, saat Mamah pulang kerja, Nenek bilang kalau Kak Icha demam dan sempat muntah karena batuk. Kak Icha sendiri pas mamah pulang masih aktif dan lincah, wajahnya pun masih berseri meski pas mamah pegang dahinya masih terasa hangat.

Ternyata, pas malamnya menjelang tidur, suhu tubuh Kak Icha meningkat, demam. Kak Icha sulit tidur, mungkin rasa nyeri akibat demam tersebut. Tadinya mamah mau kasih parasetamol, tapi ternyata yang ada parasetamol sisa, bekas Kak Icha dan Abang Jaja sakit tahun kemarin. Daripada khawatir keracunan, akhirnya mamah mengkompres Kak Icha dengan air dingin dan rajin memberikan air putih setiap setengah jam sekali untuk diminum Kak Icha. Alhasil, mamah semalaman tidak tidur alias begadang. Ngantuk.

Paginya, Kak Icha masih hangat meski suhu tubuhnya baru turun sedikit. Mamah ke sekolah Kak Icha untuk memberitahu kalau Kak Icha tidak bisa masuk hari ini. Mamah juga memberi tahu bahwa kemungkinan besar Kak Icha tidak bisa ikut acara Porseni di Ancol esok, hari kamis. Rencananya Kak Icha akan bertanding di lomba memasukkan bola dalam keranjang. Pada porseni tahun kemarin, Kak Icha ikut lomba menari dan jadi juara ke-4 dari sekitar 50 tk sejabodetabek, hebat ya :-)

Tentang porseni ini juga, mamah sudah minta izin cuti kantor dan udah mempersiapkan banyak termasuk mengajak Jaja ke Pantai Ancol dan Dufan setelah acara Porseni usai. Abang Jaja senang sekali karena hampir sebulan ini mamah tidak pernah mengajak anak-anak keluar rumah jadi acara besok bisa jadi refreshing yang bagus untuk kita semua.
Rencana memang milik manusia tetapi Allah yang maha penentu. Mudah-mudahan kalau hari ini sudah sembuh dan besok sudah fit, kita bisa ikut acara porseni. Kalau tidak ya, istirahat di rumah akan lebih baik :-)

Kak Icha sayang, cepat sembuh ya!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar