Abang Jaja itu sekarang paling susah kalo diajak tidur malam sama Mamah. Selalu menolak. Entah lari-lari kalo dikejar Mamah atau masuk ke kamarnya Nenek dan Aek untuk bercanda dengan mereka. Kadang kalo sudah begitu Mamah jadi membiarkan Abang Jaja bercanda dengan Nenek dan Aek. Soalnya melihat mereka bercanda rasanya menyenangkan dan gak sampai hati mengganggu mereka.
Nah, kalo sudah malem begitu, biasanya Mamah sudah gak sabar lagi. Soalnya besok pagi-pagi Mamah juga harus berangkat kerja dan mengantarkan Kak Icha sekolah. Jadi tidurnya pun harus cukup soalnya kasihan Kak Icha kalo ke sekolah tidurnya masih kurang. Pasti nanti di kelas ngantuk dan gak semangat belajarnya.
Akhirnya, Mamah selalu mengangkat Abang Jaja dengan paksa ke tempat tidur. Kunci pintu agar Abang Jaja gak bisa keluar dan matikan lampu. Ini selalu membuat Abang Jaja menjerit-jerit. "Mah..... mamah... Jaja gak mau bobo disini, banyak obake.... banyak obake... Jaja takut." Mamah tetap diam dan pura-pura tidur. Biasanya Kak Icha gak pernah terganggu dengan suara ributnya Jaja ini, kalau disuruh tidur, pasti plek langsung tidur. Padahal si Jaja teriak kayak gini lebih dari 20x.
Gak mempan dengan obake, Jaja ganti alesan lagi tapi dengan teriakan yang kencangnya sama. "Mah.... mamah... Jaja mau pipis....mau pipis...mau pipis....." Dan mamah tetap diam lagi, pura-pura tidur. Gak bergeming sedikit pun.
Akhirnya Abang Jaja ganti alasan lagi karena mamah gak mempan dengan alasannya ini. "Mah...mamah... Jaja haus mah, teriak mulu... Jaja mau minum susu mah, Jaja minum susu mah....Jaja minum susu mah.... Akhirnya setelah berulang-ulang minta susu... Mamah bangun juga dan membukakan pintu buat Abang Jaja biar Abang Jaja bisa ambil susunya sendiri di kulkas untuk diminum.
Ternyata, Abang Jaja lagsung lari dan gak mau minum susu. Alamaaak... dia langsung ketawa-ketiwi gitu pas keluar dari kamar, seolah-olah seperti burung yang baru dibebaskan dalam sangkarnya. Ini sudah yang kesekian kalinya, hampir setiap malam selalu seperti ini dan selalu saja Mamah kecele dan terpedaya dengan akalnya bocah ndut kesayangan mamah ini. Whoaa........... Jaja...Jaja.... kamu itu sudah pintar yah!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar