Senin, 12 Juli 2010

Hari Pertama di Sekolah Baru

Hari ini, Senin, tanggal 12 Juli 2010 adalah hari pertama untuk Kak Icha duduk di kelas 1 (satu) SDN Kranji VI dan juga hari pertama Abang Jaja duduk di kelas B (nol kecil) TK Islam Bakti I. Anak-anak jelas begitu antusias menunggu hari H ini. Karena sebelumnya Kak Icha dan Abang Jaja sudah rajin memakai seragam sekolah yang ada.

Sekitar lewat jam 6 pagi, Papah dan Mamah membangunkan Kak Icha dan Abang Jaja. Awalnya memang agak susah bangunnya, tetapi ketika diingatkan untuk cepat bangun karena mau masuk sekolah, mereka dengan spontan langsung berdiri, hahaha.........

Sekolah Kak Icha, SDN Kranji VI terletak persis di depan rumah. Jadi Kak Icha sekarang bisa pulang dan pergi sendiri. Jadual masuknya masih disesuaikan karena bergilir antara kelas A dan B. Seminggu masuk pukul 7.00 s.d 9.30 dan minggu depannya bergantian masuk mulai pukul 9.30 s.d 12.00. Saat ini masuknya masih jam 7 pagi. Kebetulan juga Kak Icha sekelas dengan beberapa temannya saat di TK dulu seperti Thaaya, Aziza, Maria, dan Rama. Jadi gak terlalu bingung dengan situasi kelas yang baru.

Abang Jaja sekolah di TK Islam Bakti I, sekolah Kak Icha dulu. Sengaja Mamah masukkan di TK ini karena sudah mengenal guru-gurunya dengan baik. Kegiatan di TK itu banyak memberikan kemajuan untuk Kak Icha dan ini yang membuat Mamah percaya. Abang Jaja tipikal orang yang kalau bercerita seadanya. Jadi ketika menceritakan hari pertamanya yang lumayan menyenangkan ini, Mamah jadi semakin terharu mendengarnya.

Kak Icha dan Abang Jaja... semoga kalian di sekolah yang baru ini dapat menimba ilmu yang banyak dengan bijak. Semoga kalian menjadi anak-anak yang pandai yang membanggakan banyak orang. Sun sayang selalu buat kalian.

Selasa, 08 Juni 2010

Juwaratan dan Cuweret

Hahahaha...... asli deh kalau Mamah mendengar kata-kata ini langsung tertawa ngakak.
Mungkin tidak ada yang tau arti dari juwaratan dan cuweret kecuali Keluarga Van de Zoels

Kak Icha itu tergolong anak multilingual. Mengalami kesusahan dalam berbahasa (satu bahasa) yang baik dan benar. Sejak usia satu setengah tahun dimana usia ini adalah tahap awal untuk bicara, kami pindah ke Kyoto. Di Enmachi Rinpoen (Hoikuen), Kak Icha berkomunikasi dengan menggunakan bahasa jepang. Di rumah, Mamah berbicara dengan Kak Icha campur-campur dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu Kak Icha juga paling suka menonton Dora the Explorer yang menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol. Whoaa... Bayangkan saja, bagaimana Kak Icha menyimpan banyak kata dalam otaknya.

Sejak pulang ke Indonesia, alhamdulillah Kak Icha bisa beradaptasi dengan teman-temannya meskipun memakan waktu yang cukup lama sekitar satu tahun. Di awal pengajaran, Guru di sekolah TK, Mamah bekali dengan kosakata bahasa Jepang yang sering digunakan Kak Icha agar Guru bisa mengerti. Awalnya susah sekali terutama untuk si Nenek dan Aek yang setiap hari berkomunikasi intens denganKak Icha. Alhamdulillah semua bisa teratasi.

Soal bahasa, saat ini alhamdulillah Kak Icha dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hanya saja kendalanya, Kak Icha suka sekali berbicara cepat dengan penuh semangat. Ini harus membutuhkan perhatian khusus karena Kak Icha paling tidak suka kalau kita terlihat tidak memperhatikan pembicaraannya. Nah... lucunya, karena bicara yang terlalu cepat ini Kak Icha suka silap kata. Suka terbalik-balik seperti halnya juwaratan dan cuweret ini.

Soal juwaratan itu gara-garanya Kak Icha itu paling suka dandan alias berhias diri terutama wajah. Tentu saja secara diam-diam dengan menggunakan kosmetik Mamah atau Tante Nopi. Sampai suatu hari di wajah Kak Icha ada radang seperti jerawatan. Mamah langsung menasehati Kak Icha supaya berhenti dandan dan memakai kosmetik orang dewasa karena nanti wajahnya bisa penuh dengan jerawatan. Nasehat ini selalu Mamah sampaikan berulang-ulang setiap harinya agar Kak Icha mengerti. Nah... kebetulan sekali Tante Titi itu jerawatan sedikit, langsung deh sama Kak Icha dinasehatin "Tante Titi pake kosmetik terus sih jadi juwaratan deh." Hahahaha..... langsung deh seisi rumah kalau menyebut jerawatan jadi juwaratan.

Nah, kalo cuweret itu artinya cerewet. Ini karena Mamah suka bilang kalau Kak Icha itu cerewet. Jika bicara suka panjang lebar.  Eeeh, sekalinya Mamah bicara panjang lebar ke Kak Icha malah dibilang cuweret, hahahaha............. .

Banyak juga kosakata yang terbalik balik seperti tanaman jadi tamanan, ngumpet jadi mumpet, dll.  Mamah sih gak khawatir karena Kak Icha bicara terbalik-balik karena bicaranya yang cenderung cepat. Selain itu mungkin juga faktor keturunan karena Adik si Nenek, Bude Ima dan Tante Nopi juga sewaktu kecil bicaranya suka terbalik-balik seperti itu.

Anak kecil itu memang lucu ya..... polah laku dan perkataannya selalu membuat hati dan bibir ini tersenyum.

Senin, 07 Juni 2010

Gambar Kak Icha




 
Kak Icha paling suka menggambar. Paling banyak yang digambar adalah manusia. Kak Icha sudah bisa membedakan antara perempuan dan laki-laki dan gaya menggambarnya seperti kartun. Mamah suka sekali kalau melihat kak Icha serius menggambar. Apalagi sekarang ini Kak Icha kalau menggambar suka colorfull. Ramai sekali dan menjadikan gambarnya itu menjadi lebih hidup apalagi dengan pemakaian warna yang berani.

Bicara soal menggambar, Kak Icha juga masuk nominasi mewarnai gambar di sekolahnya TK Islam Bakti I. Lumayan deh dapat piala meski masih di kandang sendiri meski cuma nominasi.

Selain itu, Kak Icha juga suka membaca Majalah Bobo dan paling suka melihat hasil karya menggambar dan puisi. Kak Icha selalu minta kepada Mamah untuk mengirimkan gambarnya ke Majalah Bobo. Mamah selalu setuju tapi selalu lupa.

Sebenarnya banyak sekali gambar Kak Icha di rumah yang bisa Mamah scan dan dimasukkan ke dalam MP ini. Maksudnya sekalian untuk arsip. Cuma saja Mamah selalu lupa dengan alasan kesibukan yang tiada tara, hahaha...

Btw.... karena Kak Icha gemar sekali menggambar apalagi Kakaknya Papah yaitu Oom Ade itu pelukis, Mamah jadi pengen memasukkan Kak Icha ke sekolah melukis, siapa tahu memang berbakat disitu ya?  (btw... Mamah selalu menduga-duga akan menjadi apa Kak Icha dan Abang Jaja jika besar nanti...hhhmmm................ ). Let it flow and time will tell us

Kamis, 03 Juni 2010

Weekend di Casa Krakatoa, Anyer



Dari rumah Bude Ima dan Pakde Ferdi, kita langsung menuju Anyer. Maklum, mumpung libur panjang dan ingin benar-benar memanfaatkan waktu ini bersama keluarga besar tercinta. Niat awalnya sih cuma main di pantai aja seharian, tapi ternyataaa.....

Dari rumah Bude dan Pakde, kita menyusuri jalan pintas alam sutera menuju tol karawaci-merak. Kita menggunakan 2 mobil yaitu mobil kijang kapsul punya Aek dan Avanza Pakde. Saat itu hujan deras sekali sepanjang jalan sampai Mamah sendiri susah untuk melihat jalan. Yang menakutkan adalah sepanjang jalan itu Aek dan Pakde Ferdi menyetir dengan kecepatan tinggi. Bikin serem aja. Mamah sampai komat kamit mulutnya karena terus berdoa biar tidak terjadi apa-apa. Alhamdulillah hujan berhenti saat menuju Serang dan kita tiba dalam keadaan selamat sampai di Anyer.
 
DI sepanjang jalan Anyer, sebenarnya Mamah dan Nenek sudah menunjuk pantai-pantai indah yang pasirnya bagus dan tanpa karang. Tapi si Aek tidak mau berhenti karena mengikuti mobilnya Pakde Ferdi yang memimpin di depan. Bosen juga nungguin kapan berhentinya dan akhirnya pasrah juga. Jangan-jangan Pakde sengaja cari hotel/cottage buat nginep nih. Ternyata... benar sekali. Pakde langsung berhenti di Pesona Krakatau, Resort yang dulu pernah diinapi oleh Keluarga van de Zoels. Dulu kita pernah menyewa bungalow 3 kamar dengan harga 1,3 juta per malam. Sekarang sudah naik menjadi 2,2 juta. Whoaa... naiknya drastis banget padahal inflasi turunnya gak sedrastis itu apalagi peningkatan pendapatan.   Tadinya ada 1 bungalow yang sudah dibooking orang tapi belum ada kepastian. Belum dibayar, si pemesan sudah dihubungi tapi tidak masuk-masuk. So, kita tunggu sekitar 15 menit. Tapi ternyata si resepsionis gak berani ambil resiko akhirnya memutuskan untuk menunggu si pemesan and say sorry to us.     
 
Akhirnya Pakde Ferdi dan Aek langsung memutuskan untuk menginap di Casa Krakatoa, tempat yang dulu juga pernah diinapi saat weekend. Soalnya di Casa Krakatoa ini tempatnya bagus banget, pemandangannya indah, pantainya tidak berkarang, ada kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, taman bermain plus arena voli pantai. Dan akhirnya dapat juga. Kita menyewa satu bungalow dengan 3 kamar tidur besar plus meminta tambahan 3 ekstra bed. Harganya murah hanya sekitar 1,1 juta per malam. Yaaah... lumayan mahal tapi tetep jauh lebih murah daripada di Pesona Krakatau.

Sampai di Casa Krakatoa, anak-anak langsung main di pantai dan berenang di kolam renang. Sedangkan Mamah, Bude Ima, Tante Lia dan Nopi serta Bang Aris pergi ke pasar untuk beli sembako terutama roti, pop mie, kopi, dan camilan karena sama sekali kita gak ada persiapan untuk nginap. Asli deh segala macam makanan dan minuman diborong karena ketakutan kelaparan, gak mikirin gizi dan nutrisi yang penting bisa buat ganjel perut, biar kenyang dan gak masuk angin, hahaha.....

Pokoknya sepanjang hari have fun banget. Meskipun siangnya si papah dan anak-anak sudah berenang, malamnya Mamah mengajak mereka lagi untuk berenang di kolam renang dan pastinya mereka mau. Tapi, karena persediaan baju terbatas, mereka berenang pakai baju basah bekas berenang siang hari.   Enaaaak sekali berenang malam hari, segar banget apalagi ditambah suasana pantai yang bikin tambah segar. Karena malam hari pula, gak ada penghuni kamar lain yang ikutan berenang. Kolam renangnya serasa milik pribadi.    
 
Esok harinya semua sengaja bangun pagi biar bisa berenang di pantai. Rame banget karena bergabung dengan para penghuni bungalow lain. Sengaja selain sudah sarapan, kita bawa banyak makanan ke pantai soalnya yakin banget kalo sudah ke pantai gak bakalan mau balik kalau bukan karena mau pulang.   Beruntungnya hari itu matahari lagi gak garang, malas keluar jadi kita gak kepanasan atau gak kegosongan karena gak prepare bawa sunblock. Tadinya si Nenek cuma ngeliatin aja tapi kemudian sengaja Mamah tarik ke pantai untuk berendam di air laut. Si Nenek awalnya ketakutan banget karena blio trauma tergelincir di kolam renang dan nyaris enggelam padahal tinggi kolam renangnya cuma sedada blio. Akhirnya, karena terus Mamah tarikin dan dijanjiin akan dipegangin selalu, blio mau dan malah ketagihan main ombak. Lucunya si Nenek nyaris tersapu ombak yang tingginya melewati kepala blio dan pengen nangis. Tapi karena kita ketawain dan kita terus bujuk jangan takut dan bagus untuk kesehatan, akhirnya blio bertahan dan malah ketagihan. Kak Icha sengaja menyewa papan selancar kecil karena mau ngikutin gaya Merliah Summers di film Barbie in A Mermaid Tale.   Kalo Abang Jaja sih daritadi maunya dipeluk sama Mamah dan Papah saja. Katanya takut terbawa ombak. Mungkin trauma kali yah secara dulu setahun yang lalu saat kita nginep di Casa Krakatoa, Abang jaja terlepas dari pegangan Mamah dan nyaris hilang di dalam ombak. Aduuh nak... maafkan Mamahmu yang lalai ini ya!!!   Tapi pokoknya have fun banget deh kita semua di sana apalagi saat pulang ada Abang Tukang Bakso yang enak banget mampir di depan bungalow kita. Dingin-dingin setelah berenang langsung makan bakso yang panas dan pedas. Nice weekend for Van de Zoels family.     



Jumat, 28 Mei 2010

Menginap di Rumah Bude Ima dan Pakde Ferdi




Esok hari setelah pergi ke Taman Safari, keluarga besar Van de Zoels menginap di rumah Bude Ima dan Pakde Ferdi. Bude Ima itu adalah Kakak Mamah yang juga merupakan anak tertua Aek dan Nenek. Kak Icha dan Abang Jaja senang sekali karena mereka memang paling suka sama Bude dan Pakdenya ini. Rumah mereka di daerah Paninggilan, dekat dengan Bintaro. Dan yang paling kita semua suka rumah mereka itu punya taman yang indah sekali dengan rumput hijau yang menghampar. Karena itu pula kita membawa Woti, kelinci putih peliharaan anak-anak untuk ikut ke rumah Bude dan Pakde. Bisa ketebak kalau si Woti langsung loncat-loncatan dan lari-larian di taman.   Sebenarnya kita ke rumah Bude dan Pakde sekalian transit karena esoknya akan pergi jalan-jalan ke Anyer.

Di rumah Bude dan Pakde, malamnya kita pesta kerang rebus. Enaak banget. Tadinya malah mau barbeque tapi gak jadi karena terlalu malam, takut asapnya mengganggu tetangga. Ya sudah barbeque-nya buat besok saja, kan enak juga kalau bakar-bakaran di tepi pantai, pasti manteb. Pagi hari, setelah bangun kita langsung olahraga badminton secara tepat di samping rumah ada lapangan badmintonnya. Mamah dan Oom Aries (Adik Ipar alias Suaminya Adik mamah, Tante Lia) melawan Papah dan Tante Titi, Adik Mamah paling bungsu. Main ganda campuran ceritanya.   Asli seru karena di sana udaranya sejuk banget, tidak seperti di Bekasi yang banyak debunya.

Setelah main badminton kita sarapan bubur ayam. Sebenarnya yang sarapan setelah main badminton sih hanya Mamah doang secara yang lain sudah pada sarapan sebelum olahraga. Maklum deh, soalnya Mamah itu paling gak bisa disuruh makan pagi apalagi langsung setelah bangun tidur.

Setelah leha-leha sebentar, langsung deh kita semua pergi ke Anyer, Banten untuk menikmati libur panjang ini. Aaah.... senangnya liburan bersama keluarga.

Kamis, 27 Mei 2010

Piknik Sekolah ke Taman Safari




Hari Kamis, 27 Mei 2010, sekolah Kak Icha mengadakan piknik ke Taman Safari. Kak Icha sepertinya sudah tidak sabar karena menjelang hari -H- Kak Icha selalu membicarakan mengenai hewan-hewan yang akan ditemui di sana.

Mamah sengaja cuti kerja karena pikniknya diadakan pada hari kerja. Mamah harus cuti karena harus menemani Kak Icha piknik. Semua anak harus ditemani Mamahnya. Akan merasa bersalah untuk Mamah kalau saat seperti ini Mamah lebih memilih pekerjaan. Padahal juga di kantor rencananya akan ada workshop kurikulum berbasis kompetensi dimana Mamah jadi pesertanya. Memang sedikit dilema tapi Mamah tetap lebih memilih menemani Kak Icha. Alhamdulillah, Boss Mamah bisa mengerti kondisi ini dan alhamdulillah juga ternyata workshopnya diundur minggu depan,

Mamah juga sekalian mendaftarkan Papah dan Abang Jaja di acara piknik ini, jadi keluarga Kosandi ikut semua. Alhamdulillah juga ada beberapa anak yang juga full membawa keluarganya, jadinya tambah ramai.

 Kumpul di Menara Air dekat sekolah pukul 6 pagi dan sekitar jam 6.30 kita semua berangkat.  Keluarga Kosandi mendapatkan jatah 4 tempat duduk di deretan paling belakang. Ibu guru Ila memandu acara di depan dengan menggunakan mikrofon. Sepanjang perjalanan Kak Icha aktif sekali.Kak Icha bahkan pindah tempat duduk karena ingin bernyanyi di depan yang ada mikrofonnya.Kak Icha bahkan menyanyi lebih dari 6 buah lagu. Mulai dari Bintang Kecil, Kelinciku, Naik Kereta Api, Naik-naik ke Puncak Gunung, pokoknya banyak banget deh. Sepertinya juga yang mau menyanyi hanya Kak Icha saja. Papah dan Mamah sampai tersenyum-senyum berdua.

Sampai di Taman Safari sekitar jam 9 pagi. Udaranya sejuk sekali, benar-benar liburan yang menyegarkan. Untuk masuk ke dalam Taman Safari Ibu Guru Ila yang mengatur administrasi dan ini memakan waktu yang cukup lama, sekitar 1 jam. Capek juga menunggu di bis. Setelah urusannya kelar, kita langsung masuk ke area hewan. Waaah....... ketemu sama rusa (ini yang paling banyak), Llama (sejenis rusa dari amerika latin), banteng, beruang madu, burung unta, harimau, singa (sayang cuma bisa melihat singa dari kejauhan karena kandangnya sedang dipugar), ada macan tutul dan macan kumbang alias panther, monyet, badak bercula dua, kuda nil, dan banyak lainnya. Kak Icha, Abang Jaja, dan semua anak-anak sangat tertarik. Bahkan Mamah saja sampai pegal lehernya karena sebentar-sebentar bolak balik kiri kanan untuk melihat hewan-hewan tersebut, hahahaha.......  Kita semua gembira kecuali Papah, karena ternyata Papah malah tidur.

Setelah puas melihat-lihat hewan yang dibiarkan berjalan bebas, sampai juga kita ke tempat hiburan dan rekreasi. Ada banyak permainan seperti halnya di dunia fantasi, ada kolam renang water park, baby zoo dimana kita bisa foto bersama hewan seperti monyet, ular, macan tutul dan singa. Kita juga bisa melihat hewan-hewan yang memang disangkarkan seperti taman burung, taman buaya, taman komodo, kolam pinguin, serta ada atraksi hewan-hewan, ke air terjun, kereta gantung dan hewan tunggangan seperti kuda poni, unta dan gajah.

Pertama yang dilakukan adalah berkumpul dengan seluruh TK Islam Bakti sejabodetabek. Tempat kumpulnya di depan lokasi Rumah Papua tempat Kasuari, Wallabi alias Kangguru kecil berada dan itu jauh sekali karena lokasinya berada di atas. Untuk Papah, Mamah, Kak Icha dan Abang Jaja yang hobi jalan sepertinya gak masalah tetapi untuk teman-teman Kak Icha yang ditemani oleh neneknya sepertinya jalan menanjak ini membuat mereka kelelahan. Perjalanan ini cukup menyenangkan karena kami melewati banyak kandang binatang seperti buaya, komodo dan pinguin. Abang Jaja sangat ketakutan ketika melewati kandang buaya. Takut tapi mau lihat dan itu yang bikin Papah dan Mamah lucu melihatnya. Ketika Mamah bermaksud untuk menggendong Abang Jaja agar dapat melihat jelas buayanya, Abang Jaja malah berteriak "tidaaaaakkkkkkk". Papah sama Mamah langsung tertawa geli mendengarnya.  

Selesai kumpul-kumpul dengan seluruh TK Islam Bakti selepas dzuhur, ada acara bebasnya sampai jam 4 sore. Keluarga Kosandi langsung memutuskan naik mobil/kereta keliling areal wisata Taman Safari ini. Tujuan pertama adalah air terjun alias Curug Jaksa. Setelah turun dari kereta terdapat papan yang bertuliskan "Curug Jaksa 100 meter". Kita semua udah kesenengan secara curugnya lumayan dekat. Tapi ternyata, lebih dari 1 kilometer kayaknya. Jalannya menanjak pula.   Sampai di air terjun Kak Icha dan Abang Jaja langsung main air yang dinginnya minta ampun kayak air es. Really fun for them.  Bayangin, Kak Icha malah kecebur dan seluruh bajunya basah padahal  Mamah tidak membawa baju ganti di tas. Sengaja baju gantinya di tinggal di Bus yang diparkir jauh banget di Parkiran G. Terpaksa setelah dari Curug kita langsung jalan menuju parkiran G untuk gantiin baju Kak Icha dan Abang Jaja sambil melumuri badan mereka dengan minyak kayu putih.

Setelahnya kita langsung naik kereta gantung. Lumayan mahal sih, bayangin aja untuk naik kereta gantung itu per orang kena 40.000 ribu perak artinya 4 orang 160.000 perak. Whoaa yang benar saja. Tapi ternyata ada promo bahwa satu tiket berlaku untuk 2 orang jadi Mamah bisa menghemat setengah harga. Meski masih agak mahal tapi karena anak-anak ingin sekali, Mamah dan Papah rela mengeluarkan kocek untuk itu. Puas naik kereta gantung kita jalan-jalan ke Baby Zoo. Niatnya mau fotoin anak-anak sambil gendong ular sanca tapi ternyata tidak ada disana. Yang ada monyet, macan tutul dan singa. Foto bersama hanya 10 ribu per anak tapi pakai kamera sendiri. Kalau mau pake kamera mereka dan kita tinggal terima jadi kena tambahan 35 ribu jadi total 50 ribu (pokoknya mah di Taman Safari itu semuanya serba mahal deh ). Foto sama monyet males ah secara kata
 Papah, kita semua kan udah mirip , foto sama macan tutul dan singa, aduuuh beneran gak berani karena itu daritadi kita ngeliatin macan tutul dan singanya gak bisa diam dan nyaris menggigit walau gak jadi. Mamah langsung ngambil keputusan gak usah foto daripada nanti kenapa-kenapa, taku banget deh! . Keluar dari Baby Zoo, kita ke Taman Burung melihat Burung hantu, Kelelawar, Flamingo, Pelikan, Kakatua, Beo, Nuri, Cendrawasih, Julang Emas, Rangkong, pokoknya banyak banget deh, anak-anak sukaa dan tertarik banget melihat aneka burung itu jadi Papah dan Mamah juga semangat memberitahu mereka perihal satwa tersebut. Setelah itu rencananya kita mau naik gajah tapi ternyata tidak jadi karena MAHAL. Bayangin aja masa naik gajah sebentar saja kena 100 ribu per gajah dan itu maksimal hanya 2 orang . Karena anak-anak ingin sekali menunggangi satwa, akhirnya pilihan jatuh ke unta dan untungnya lumayan murah hanya sekitar 10 ribu per anak. Hemat 80 ribu lah . Anak-anak senang sekali menunggangi unta. Setelah itu rencananya mau naik kuda poni karena harganya sama seperti unta tapi gak jadi karena tiba-tiba Ibu Guru Ila datang menghampiri dan menyuruh kita buru-buru kumpul karena sudah ditunggu dari tadi. Mamah jadi gak enak hati.

Pokoknya fun banget acara kita di Taman Safari ini dan pastinya membuat anak-anak gembira keesokan harinya bercerita kepada Nenek, Aek, dan Para Tante perihal pengalaman mereka itu.