Jumat, 24 Oktober 2008

Ketika Sakit



Sudah lima hari kemarin Abang Jaja sakit panas. Dua hari panas sekitar 39-40 derajat celcius tapi besoknya kemudian alhamdulillah normal ke 36. Tapi, ternyata besoknya lagi naik kembali ke 38,7 dan besoknya turun lagi, normal, dan besok paginya panas lagisekitar 38,5. Trus siangnya sampai sekarang alhamdulillah normal kembali. Kak Icha juga ketularan Jaja, demam juga, dua hari demamnya sekitar 40^ dan tadi pagi alhamdulillah sudah normal lagi.

Nah, perjalanan panjang tentang sakitnya anakku ini benar-benar bikin heboh. Terutama buat si Nenek dan Aeknya yang sedikit cerewet. Mamah sih lumayan tenang karena sudah observasi dan prediksinya Kak Icha dan Jaja sakit flu dan batuk. Ya iyalah, lihat suhu udara yang tidak karuan sebentar panas sebentar hujan, kadang panas banget tiba-tiba mendung tapi tidak hujan juga dan udara panasnya malah makin tinggi.  Kelihatannya prediksi Mamah lumayan bagus juga. Melihat anak-anak makannya masih mau, meski cuma sedikit, Mamah selalu suplai cairan terus menerus biar mereka gak dehidrasi, mulai dari orange juice, teh manis, susu hangat, yoghurt,air putih trus lihat urine dan fesesnya bagus.  So, gak terlalu khawatir meski agak deg-degan juga nunggu kapan sembuhnya.

Nah, mulai menjadi permasalahan ketika si Nenek dan Aek komplain lihat Mamah menangani cucu mereka itu. Katanya Mamah koq cuek aja, seperti tidak peduli kalo anaknya sakit Si nenek memang khawatir banget soal demam anak. Dia kaget banget pas gw bilang kalo sebenarnya panas itu bagus buat anak itu sendiri, karena dengan panas justru virusnya dilemahkan dan bikin antibodi sendiri. Si Nenek gak percaya. Dia bilang panas itu awal dari semua penyakit berbahaya. Dan kakaknya ada yang meninggal karena panas ini. Pokoknya khawatir banget deh! Mamah cuma bilang panas memang bikin bahaya kalo si anak jadi dehidrasi karena panasnya itu, maka suplai cairan sangat dibutuhkan. Tapi tetap aja gak percaya.

Akhirnya, kalah suara. Sempet gamang juga sih soalnya si Jaja panasnya naik turun begitu dalam lima hari ini. Kita pun berangkat ke RS Hermina Bekasi. Asli, nunggu antriannya lama banget, Kak Icha dan Jaja sampe kesel dan nangis karena mereka berdua gak suka duduk dan nunggu gitu aja. Hari minggu dokternya baru satu orang yang ada. Akhirnya Mamah ternyata dapet nomor urut terakhir ternyata saat dokternya mau pulang. Udah gitu sekali masuk dua orang pasien, si Icha dan Jaja. Diperiksa sebentar, cuma periksa perut dan dada. Trus dia bilang kasih diagnosa radang tenggorokan, trus kasih Kak Icha sanmol, transpulmin, plus racikan yang isinya anti muntah, anti alergi, dan antibiotik. Mamah bilang anak-anak gak muntah dan gak alergi. Dia bilang ooooooh...........  Trus buat Jaja dikasih sanmol, sporetik (anti biotik) dan racikan yang isinya anti muntah dan anti alergi. Mamah gak ngeh dia kasih obat racikan ini sama Jaja soalnya di dalam ruangan itu Kak Icha dan Jaja nangis dan ngamuk sejadi-jadinya. kak Icha sampai batuk-batuk gak berhenti-henti. Trus Mamah juga disuruh periksa darah buat Jaja. Trus dokternya bilang kalo obat panasnya harus terus diberikan ke Jaja biarpun panasnya sudah turun, tunggu stabil dulu. Kaget banget deh dengernya, koq gitu??? Mamah bilang kalo diminta dokter yang dulu di Jepun ngasih obat panas jika demam anak di atas 38,5 derajat celcius. Tapi dia keukeuh sama pendapatnya. Aiiiihhhh  Pokoknya repot deh. Total di rumah sakit sekitar 3 jam, capek berat.

Ternyata hasil lab. pemeriksaan darah Jaja semua normal dan negatif. Alhamdulillah banget dan rada kesel juga sih soalnya dari awal udah bilang ke dokternya kalo observasi saya semua ok dan yakin kalo gak apa-apa. Dokternya cuma mau mastiin aja kalo semuanya ok.

Sebenernya saat diperiksa si Jaja dan Icha panasnya sudah turun. Kak Icha 37,4 dan Jaja 36,1 yang menurut gw normal. Finally Mamah bayar total kerugiannya sekitar 600 ribu rupiah dan anak-anak alhamdulillah cuma minum sanmolnya aja karena Mamah gak kasih antibiotik dan racikan. Kak Icha gak mau minum transpulmin, langsung dilepehin alias dikeluarin lagi. Katanya gak enak, hehehe.............

Dan, alhamdulillah berkat sanmol yang het-nya 12 ribu perak tapi harus dibayar seharga 600 ribu perak, pagi ini anak-anak Mamah sudah tidak demam lagi. Mudah-mudahan sehat terus ya Kak Icha dan Jaja sayang, i love you so much :-)

p.s ; yang menyenangkan saat Mamah ke rumah sakit itu adalah ketika Mamah ketemu sama dokter muda yang super tampan, dia jadi dokter umum disitu dan dia adalah kakak kelas Mamah di SMA dan ternyata masih kenal sama Mamah. Dia bilang Kartini yaa????? Whoaaa........ langsung berbunga-bunga hati ini. Hahahahaha   Lain kali kayaknya kalo mau ke dokter umum, sama dia aja deh

Senin, 24 Maret 2008

Menggambar



Sekarang Kakak Icha sudah pandai menggambar. Paling senang menggambar orang dan biasanya yang suka digambar adalah tokoh Urara Kasugano yang merupakan salah satu jagoan di serial animasi Yes Precure 5.

Semalam,  Kak Icha mamah ajarkan menggambar setangkai bunga. Agak susah memang, bahkan Kak Icha seringkali ngambek karena malas mengikuti gerakan tangan mamah saat menggambar. Sampai akhirnya Kak Icha tertidur.

Tapi, besok paginya setelah bangun tidur... Kak Icha langsung mengambil kertas dan alat-alat gambarnya lagi. Sret...sret... tiba-tiba Kak Icha datang menghampiri Mamah dan bilang " Mah, kore... bunga untuk mamah"  Oooh.... so sweet, mata Mamah langsung berkaca-kaca, senang banget Mamah menerima kertas itu.

Kak Icha juga sudah bisa menggambar kucing. Mudah-mudahan semakin hari Kak Icha makin pandai menggambarnya. Amin

Selasa, 13 November 2007

Happy Birthday Jaja




Alhamdulillah, tanggal 13 November ini Jaja, jagoan kami tepat menginjak usia 1 tahun. Alhamdulillah juga Jaja dalam keadaan sehat walafiat begitu juga kami keluarganya.
Memang sudah direncanakaan sebelumnya kalo mamah akan membuat kue tart untuk Jaja. Sederhana saja yang penting ada kesan ulang tahunnya *hehehe.... kebiasaan jaman dulu*.
Ada kejadian lucu waktu bikin kuenya, lucunya bukan karena digangguin sama Icha dan Jaja, karena itu memang sudah biasa, tapi ini lucu karena kuenya sendiri. Mamah bikin cake dasarnya pake resep brownies kukus, tapi anehnya pas dikukus loh koq kuenya kebelah menjadi tiga kayak kue bolu kukus mekar. Padahal setiap kali mamah bikin bolkus selalu mingkem dan gak mo ketawa. Makanya lucu banget sampe si papah yang ngeliat ketawa2. Bikin brownies jadinya bolkus, eeeeh bikin bolkus jadinya brownies, aneh bin lucu
Tapi untungnya itu gak berpengaruh banyak pas ngedekor cake-nya, soalnya bagian mekarnya ditaruh di bagian bawah, hehehe.....  Ngedekor cake-nya juga sederhana dan super cepat karena mamah juga harus nyiapin makan siang yang kali ini menunya somay dan batagor goreng. Yak, meskipun sederhana, jauh di negeri orang tanpa sanak saudara, alhamdulillah kami sekeluarga bersyukur kepada Allah atas semua ini. Semoga Allah memberikan rahmat karunia serta rezeki kepada keluarga kami. Untuk Jaja, anakku, hanya doa dan bina yang dapat kami berikan kepadamu agar kelak menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Amin

Sabtu, 14 April 2007

Hanami di Kamogawa




 
Sejak sakura mulai mekar, kami sekeluarga memang rajin sekali hanamian. Menikmati indahnya sakura di Kyoto, karena memang benar2 indah dan sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja. 
Tempat yang sangat indah dan tidak mungkin untuk dilewatkan saat menikmati mekarnya sakura adalah Kamogawa. Kamogawa ini adalah sungai besar yang ada di pusat kota Kyoto. Di sepanjang sungai banyak lahan yang digunakan sebagai tempat wisata atau untuk bersantai warga kota. Sekedar melepaskan lelah atau bahkan sarana bermain keluarga. Nah, pas musim semi ini, Kamogawa menjadi ramai sekali didatangi orang, tidak hanya warga Kyoto saja tetapi juga turis domestik dan internasional.
Nah, kami bahkan pergi jalan2 melihat indahnya sakura di Kamogawa sampai dua kali. Yang pertama hanya jalan2 sepanjang sungai, berjalan persis di bawah juntaian sakura. Kesannya sangat romantis. Menggelar tikar dibawah pohon sakura sambil menikmati o-bento. Bercanda dengan Icha dan Jaja, benar2 mengasyikkan. Yang kedua, kami menikmati sakura sambil barbeque bersama teman2 di Kyoto sini. Sungguh menyenangkan.
Lihat saja foto di bawah ini. Berjalan dibawah juntaian sakura putih yang cantik membuat hati ini tentram, sejuk. Kesannya romantis sekali. Papah dan Mamah rasanya seperti berbulan madu yang kedua, hanya saja bulan madunya didampingi Icha dan Jaja :-)

Kamis, 05 April 2007

Hanami di Arashiyama


Hari Selasa kemarin, kami bersama beberapa keluarga Indonesia lainnya di Kyoto sini mengadakan piknik alias hanami bersama melihat indahnya sakura. Kebetulan tempat yang dipilih adalah Arashiyama, daerah bukit yang sangat indah dan lokasinya lumayan dekat dengan tempat kami tinggal di Enmachi.
Dengan semangat membara ingin berhanami ria, kami pun berangkat naik sepeda yang jarak tempuhnya kira2 memakan waktu sekitar 35 menit. Lumayan sekalian olahraga kaki :-p  Dari rumah tampaknya udara cukup bersahabat soalnya matahari bersinar terik, karenanya kami memutuskan untuk memakai pakaian yang tipis dan dengan jaket yang tipis pula. Tapi ternyata, hahaha............. sesampainya di Arashiyama, angin bertiup sangat kencang dan dingin pula. Sampai teman bilang dinginnya seperti saat winter. Benar2 deh jadi saltum alias salah kostum, alhasil kami sekeluarga pada kedinginan. Untungnya mamah membawa baju ganti untuk Jaja dan langsung saja Jaja dipakaikan baju dobel agar tidak kedinginan, zanen untuk Icha tidak bawa dan Icha tetap kedinginan.
Meskipun demikian, kami semua tetap ceria dan menikmati hanami kali ini di Arashiyama. Mengelilingi bukit dan sungai yang dipenuhi dengan sakura yang mekar. Indah sekali. Dan pastinya acara makan bersama yang ditunggu sungguh menyenangkan meski makannya sambil kedinginan, hehehe........

Toilet Training Kak Icha



Sebenernya Icha sudah bisa ke toire sendiri atau toilet training sejak duduk di hoikuen. Tapi itu baru untuk masalah b.a.k alias buang air kecil saja. Kalo b.a.b masih tetep suka di celana, hehehe..... mungkin karena saking kebeletnya atau mikirin mulesnya duluan kali ya sampe gak sempet ngasih tau kita, orangtuanya kalo dia mo b.a.b
Tapi hari ini, Icha dapet nilai plus. Pertama, dia ngasih tau ke mamah kalo ingin b.a.b.  `Maaa... Icha mo bau`, begitu teriaknya ke mamah. Lalu dia ke toire sendiri, buka celana sendiri dan duduk di dudukan toire minnie mouse kepunyaannya sendiri. Gak mau ditemenin. Setelah selesai, Icha ngeflush toire dan membersihkan diri dengan tissue. Semua dilakukannya sendiri. Sugoi ne....
Tapi... tapi... ada tapinya loh. Setelah membersihkan dengan tissue, eh Icha langsung pakai celananya kembali. Haaah.... langsung deh saat itu mamah beraksi. Langsung kasih tau kalo kita harus membiasakan diri membersihkan lubang dubur itu dengan air. Tidak cuma dengan tissue seperti kebanyakan para orang jepun.  Untung Icha langsung mengerti.
Mudah2an seterusnya Icha bisa toilet training sendiri. Yup, satu kemajuan sudah ditempuh anak kami, Icha. Selanjutnya apa lagi..... just can not wait to see :-)

Sabtu, 31 Maret 2007

Happy Birthday Kak Icha


Hari ini Icha, putri kami yang pertama tepat berusia tiga tahun. Sengaja kami hanya merayakan secara sederhana saja, mengingat jauh dari keluarga besar.  Istri saya, Pippi membuat kue tart untuk melengkapi hari bahagia ini.
Untuk Icha, `Selamat Ulang Tahun. Semoga dengan bertambahnya usiamu bertambah pula kepintaranmu. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat karunia serta melancarkan rezeki-Nya padamu. Tidak banyak harapan kami selain berdoa kelak engkau menjadi manusia yang berbakti pada orangtua dan berguna bagi agama dan negara. Amin`